Tata Trik Ruqyah Yang Benar

ruqyah adalah

Ruqyah seperti ini hukumnya haram karena dikategorikan sebgai ruqyah sihriyyah. Dalam konteks pengobatan, Al Qur’an terbukti secara ilmiah dapat dimanfaatkan sebagai metode terapi pengobatan untuk keluhan penyakit fisik maupun psikologis. Sebagaimana dengan riwayat bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam pernah meterapi ruqyah seseorang yang mengalami sakit mental dan berhasil sembuh. Membaca Surat Al Fatihah dan meniup anggota tubuh yang sakit. Demikian juga membaca surat Al Falaq, An Naas, Al Ikhlash, Al Kafirun.

Sebelum mengetahui cara meruqyah diri sendiri menurut Islamic, kamu tentunya perlu mengenal adabnya terlebih dahulu. Di dasarnya ruqyah berisi ayat ayat suci Alquran / doa doa dari hadis. Ruqyah boleh dilakukan selakuala, menurut, pribadi untuk diri sendiri atau terhadap orang yang lain. Ruqyah seringkali diartikan seperti pengobatan alternatif. Padahal, ruqyah adalah membaca ayat Alquran atau doa-doa dengan berniat untuk melindungi dari urusan buruk. Atau jin itu disuruh untuk mengeluarkan penyakit atau memindahkan penyakit pada binatang.

Yakni dengan membaca doa-doa ayat Al-quran dan dzikir. Sebab prkaterk ruqyah juga telah ada sejak zaman nabi. Namun jika ruqyah dijadikan perbuatan syirik (percaya terhadap hal-hal lain selain Allah Ta’ala), bahkan berkomunikasi dan mengadakan perjanjian dengan jin, maka hukumnya haram. Metode ruqyah tidak hanya membantu menghilangkan gangguan jin dan syaitan saja.

Tetapi juga membantu menghilangkan penyakit di tubuh. Hal ini didasari oleh penelitian yang dilakukan di Texas, Amerika oleh Dr. Dossey. Beliay melakukan suatu uji coba yang ternyata berhasil membuktikkan bahwa doa-doa dapat membantu mencegah perkembangan bakteri dalam tubuh serta menekan pertumbuhan sel kanker. Ruqyah syar’iyah adalah ruqyah yang dilakukan dengan membaca ayat-ayat Al-quran, dzikir atau doa-doa perlindungan yang memiliki dalil jelas sesuai syariat agama. Metode ruqyah yang demikian diperbolehkan dalam islam.

ruqyah adalah

Doa ini merupakan amalan untuk mengobati penyakit dan gangguan jin. Di antaranya penyakit ‘Ain, penyakit yang disebabkan dengan kedengkian pandangan mata. Penyakit ‘Ain ini mudah dideteksi, misalnya anak suka menangis, rewel dan tiba-tiba panas demam. Atau seseorang yang mengalami demam, sakit perut, sakit kepala. Ruqyah adalah membacakan sesuatu dalam orang yang sakit, bisa jadi karena terkena ‘ain, sengatan, sihir, racun, dulk? sakit, sedih, gila, kerasukan, dan lainnya. Ruqyah pada kalangan para dukun atau paranormal dikenal dengan istilah jampi-jampi.

Bacaan alquran bisa menjadi ruqyah, jika diniatkan untuk ruyah. Ruqyah bukan pengobatan alternatif seperti anggapan orang selama ini.

Namun tetap kita harus percaya bahwa kesembuhan hanya berasal dari Allah Ta’ala, bukan percaya pada ayat tertentu ya. Kalau sudah demikian, maka sudah saatnya menggunakan cara meruqyah diri sendiri dari gangguan jin menurut Islam. jin tersebut pun menguasainya dan membuat fisik dan emosi berantakan karena memang tujuannya untuk menyesatkan manusia. Terapi ruqyah dapat dilakukan dengan mengeluarkan jin yang jahat tersebut sebab jin jahat takut pada bacaan Al Qur’an sehingga jamaah tersebut bebas dari uzur jin dan memiliki ketenangan mental. Terkadang doa / bacaan itu disertai melalui sebuah tiupan dari kawah ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh jamaah yang meterapi ruqyah / yang diterapi ruqyah. Sudah pasti terapi ruqyah yang amet utama adalah doa lalu bacaan yang bersumber untuk kitab suci agama islamic Al Qur’an dan sumber syariat islam lain. Beserta ini beberapa doa lalu ayat-ayat Ruqyah untuk mengusir gangguan jin atau setan atau pengaruh buruk sebagainya.

Ruqyah adalah membaca ayat Alquran atau doa-doa dari hadis, dengan niat untuk melindungi dari penyakit. Ruqyah tidak apa-apa untuk dipraktekkan jika sesuai syariat agama.

Dan seluruh Al Qur’an, pada dasarnya dapat digunakan untuk meruqyah. Akan tetapi ayat-ayat yang disebutkan dalil-dalilnya, tentu akan lebih berpengaruh. Ayat-ayat utama yang dibacakan untuk mendapatkan manfaat ruqyah sesuai dengan tujuan sang pasien.

Sementara itu, ayat-ayat lain dapat dibacakan untuk memperkuat efek hingga manfaat ruqyah bagi pasien. Hadits ini jelas menunjukkan disyariatkannya ruqyah untuk penyakit yang menimpa fisik seseorang. Oleh karena itu, merupakan kesalahan sebagian orang yang hanya mengaitkan ruqyah hanya untuk penyakit yang diduga akibat gangguan jin. Jika pasien menyerahkan sejumlah uang tanpa adanya kesepakatan awal maka silakan diambil tanpa menjadikan uang sebagai orientasi pokok dalam meruqyah.